Apa Anda pernah merasa seolah sedang tertusuk, dalam hati gundah gulana ?
Perasaan tidak nyaman menyelimuti, langkah menjadi kian tak teratur.
Kemudian perlahan demi perlahan, namun kian pasti ' rasa ' itu kian mencabit dan memaksa jiwamu keluar dari raganya.
Jika demikian yang pernah Anda rasakan, jawabannya hanya satu ?
Anda perlu ketenangan bathin !!!
Sederhana yaa ?
Yaa, sebetulnya memang sederhana kalau kita anggap demkian.Dan kan menjadi kian rumit, jika kitapun berpikir demikian.
Terkadang, benar hidup tidak sejalan dengan apa yang kita pikirkan ?
Tapi coba bayangkan dan pikirkan baik baik, bisa jadi yang kita pikirkan itu tidak maksud akal.
Misal, kita berharap bahwa kita menjadi kaya, atau buatlah semua orang dimuka bumi ini beruang memiliki harta dan tidak perlu hidup susah ?
Wahh, jika itu yang kita pikirkan. Tidak akan ada yang berbagi, orang orang kaya akan kesulitan untuk membersihkan harta mereka. Tentu, karena tidak ada lagi orang yang bisa dibantu. Tidak ada pula yang namanya dermawan. Dan, yaa. bisa jadi tidak ada pula yang berdoa memohon pada_Nya. Tentu karena hakekatnya manusia itu ingin hidup enak nyaman sampai hari tua.Padahal kehidupannya itu tidak hanya untuk dunia tapi juga akhiratnya.
Kembali lagi, tentang ketenangan bathin. Bagaimana cara memperolenya ?
Ini juga sederhana, semua orang bisa meraihnya.
Caranya, kita ikhlas, sabar, selalu mengingat_Nya dan bersyukur akan membuat kita senang berbagi.
" Melihat orang tersenyum dan bahagia dengan kebaikan yang kita lakukan, itu akan membuat hati kita tentram, ikut berbahagia dan selalu bersyukur. Aamiin. "
Orang yang bersyukur, tidak lupa pada_Nya, dan itu membuatnya kian dekat dengan Sang Pemilik Hati.
Mari Bersyukur dan Senanglah Berbagi ^_^
Salam Bahagia
Gamsahamnida
Mita ^_-
Selasa, 12 Februari 2013
Mari Bersyukur dan Senanglah Berbagi
Diposting oleh
Unknown
di
07.47
0
komentar
Rabu, 30 Januari 2013
a story about love
a
story about love_Mita
" Rahayu
dan Bayu "
Dalam Kisah Cinta 1
Dan, hujan menjadi tangisan mengiringin kepergiaanya...
berlalu tanpa ia menatap ke belakang...
aku memang pernah berjanji tak kan meneteskan air mata, begitu tiba saatnya.
Ingin menyela,tapi mengapa waktu pun terasa berjalan sangat lamban...
disini aku terus menanti,
dan dirimu begitu ringan melangkahkan kaki,
sungguh, seolah diriku tak berarti.
Tepat di stasiun Kereta terakhir kali kita berpisah,
saat itu tatapanmu begitu tajam,
kau genggam erat jemariku, dan menyisahkan bisikan yg selalu terngiang di telingaku...
"saat ku tak ada jangan menangis, jangan merindu dan jangan tunggu kedatanganku."
namun, sampai saat ini, tak pernah sejenakpun aku tak memikirkanmu...
aku sungguh ingin menangis, firasatku mengatakan kau takan kembali lagi.
Dalam Kisah Cinta 1
Dan, hujan menjadi tangisan mengiringin kepergiaanya...
berlalu tanpa ia menatap ke belakang...
aku memang pernah berjanji tak kan meneteskan air mata, begitu tiba saatnya.
Ingin menyela,tapi mengapa waktu pun terasa berjalan sangat lamban...
disini aku terus menanti,
dan dirimu begitu ringan melangkahkan kaki,
sungguh, seolah diriku tak berarti.
Tepat di stasiun Kereta terakhir kali kita berpisah,
saat itu tatapanmu begitu tajam,
kau genggam erat jemariku, dan menyisahkan bisikan yg selalu terngiang di telingaku...
"saat ku tak ada jangan menangis, jangan merindu dan jangan tunggu kedatanganku."
namun, sampai saat ini, tak pernah sejenakpun aku tak memikirkanmu...
aku sungguh ingin menangis, firasatku mengatakan kau takan kembali lagi.
#SahabatPena,
Hmmmm...Mau tau cerita Selengkapnya??? :)
Ditunggu ya... :) :)
#Terima kasih untuk sahabat yang sudah mampir di blog kami :) :)
Diposting oleh
Unknown
di
21.44
0
komentar
Label: seri cerita
Langganan:
Komentar (Atom)